Chamomile sudah lama dikenal sebagai minuman herbal yang membantu tubuh lebih rileks. Banyak orang mengonsumsinya sebelum tidur, setelah makan, atau saat merasa tegang. Namun, tidak semua orang memahami bahwa cara minum chamomile yang benar sangat memengaruhi manfaat yang didapat.
Kesalahan kecil seperti suhu air yang terlalu panas, waktu minum yang tidak tepat, atau dosis berlebihan bisa membuat manfaatnya kurang optimal. Karena itu, memahami cara konsumsi yang tepat menjadi penting, terutama jika chamomile dijadikan minuman rutin.
Jika Anda baru mulai minum chamomile atau ingin memastikan manfaatnya maksimal, panduan ini akan membantu Anda memahami langkah yang benar dari awal sampai akhir.
Mengapa Cara Konsumsi Chamomile Berpengaruh?
Bunga chamomile mengandung minyak atsiri dan flavonoid yang cukup sensitif terhadap panas dan waktu penyeduhan. Jika diseduh terlalu lama atau menggunakan air yang terlalu mendidih, sebagian kandungan aktifnya bisa berkurang.
Selain itu, waktu minum juga memengaruhi efek yang dirasakan. Chamomile yang diminum malam hari akan bekerja berbeda dibandingkan jika diminum setelah makan atau di pagi hari.
Untuk memahami manfaat herbal ini lebih lengkap, Anda juga bisa membaca panduan utama di artikel pilar chamomile.
Waktu Terbaik Minum Chamomile
1. Sebelum Tidur
Waktu paling populer untuk mengonsumsi chamomile adalah malam hari. Minum sekitar 30–45 menit sebelum tidur membantu tubuh masuk ke kondisi lebih santai.
Efeknya bukan seperti obat tidur, melainkan membantu menurunkan ketegangan sehingga tidur terasa lebih alami.
2. Setelah Makan
Chamomile juga sering diminum setelah makan berat. Tujuannya untuk membantu sistem pencernaan bekerja lebih nyaman dan mengurangi rasa begah.
Bagi orang yang memiliki lambung sensitif, minum chamomile hangat setelah makan bisa membantu tubuh terasa lebih ringan.
3. Saat Tubuh Terasa Tegang
Selain malam hari, chamomile juga bisa diminum saat pikiran terasa penuh atau tubuh lelah. Minuman hangat dengan aroma lembut membantu menenangkan sistem saraf dan membuat tubuh lebih rileks.
4. Apakah Boleh Diminum Pagi Hari?
Boleh. Chamomile tidak mengandung kafein sehingga aman diminum kapan saja. Namun, banyak orang memilih waktu sore atau malam karena efek relaksasinya lebih terasa.
Cara Menyeduh Chamomile yang Benar
Takaran yang Dianjurkan
Untuk satu cangkir:
-
1 sendok teh bunga kering, atau
-
1 teh celup herbal
Takaran ini sudah cukup untuk mendapatkan rasa dan manfaat yang seimbang.
Suhu Air yang Tepat
Air tidak perlu mendidih terlalu keras. Suhu sekitar 85–90°C sudah cukup. Air yang terlalu panas dapat merusak sebagian minyak atsiri.
Lama Penyeduhan Ideal
Diamkan selama 5–7 menit.
Kurang dari itu rasa belum keluar maksimal, terlalu lama bisa membuat rasa pahit.
Tutup Cangkir Saat Menyeduh
Langkah ini sering diabaikan. Padahal, menutup cangkir membantu menjaga uap minyak atsiri tetap berada di dalam seduhan sehingga aroma dan manfaatnya lebih terjaga.
Cara Minum Berdasarkan Tujuan
Untuk Membantu Tidur
Minum satu cangkir pada malam hari. Hindari menambahkan gula berlebihan karena dapat mengganggu efek relaksasi.
Untuk Relaksasi Harian
Bisa diminum sore hari saat selesai bekerja. Ini membantu tubuh menurunkan ketegangan tanpa membuat terlalu mengantuk.
Untuk Pencernaan
Minum setelah makan utama. Chamomile membantu menenangkan saluran cerna dan mengurangi ketidaknyamanan ringan.
Untuk Gaya Hidup Sehat
Beberapa orang menjadikan chamomile sebagai pengganti minuman manis. Minum 1–2 cangkir per hari sudah cukup.
Bolehkah Dicampur dengan Bahan Lain?
Chamomile cukup fleksibel dan bisa dikombinasikan dengan beberapa bahan alami.
Chamomile + Madu
Memberi rasa manis alami dan cocok untuk diminum malam hari.
Chamomile + Jahe
Memberi efek hangat dan cocok saat cuaca dingin.
Chamomile + Lemon
Menambah kesegaran rasa dan cocok diminum sore hari.
Chamomile + Mint
Memberi sensasi segar sekaligus membantu pencernaan.
Jika tertarik dengan kombinasi herbal lain, Anda bisa membaca artikel tentang campuran teh herbal (internal link cluster lain).
Berapa Kali Aman Diminum dalam Sehari?
Umumnya aman dikonsumsi:
-
1–2 cangkir per hari untuk pemakaian rutin
-
hingga 3 cangkir masih tergolong aman bagi sebagian orang
Namun, konsumsi berlebihan bisa menyebabkan rasa terlalu mengantuk atau tidak nyaman di lambung bagi orang sensitif.
Siapa yang Perlu Membatasi Konsumsi?
Beberapa orang perlu lebih berhati-hati:
-
yang memiliki alergi tanaman sejenis
-
ibu hamil tanpa konsultasi medis
-
orang yang sedang konsumsi obat tertentu
-
yang sensitif terhadap herbal kuat
Dalam jumlah normal sebagai minuman harian, chamomile termasuk aman.
Cara Memilih Chamomile yang Bagus untuk Diseduh
Kualitas bahan sangat menentukan rasa dan manfaat.
Ciri produk yang baik:
-
warna bunga cerah
-
aroma lembut alami
-
tidak lembap
-
minim serpihan batang
-
kemasan bersih
Jika membeli dalam jumlah banyak, pastikan berasal dari supplier terpercaya seperti UD Juragan Jamu Jogja yang menyediakan berbagai bahan herbal, termasuk chamomile kering dengan proses pengeringan yang baik sehingga kualitasnya lebih stabil.
Kesalahan Umum Saat Minum Chamomile
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
-
menggunakan air terlalu mendidih
-
menyeduh terlalu lama
-
minum terlalu banyak sekaligus
-
menambahkan gula berlebihan
-
membeli bahan berkualitas rendah
Menghindari kesalahan ini membantu manfaat chamomile terasa lebih optimal.
Kesimpulan
Cara minum chamomile yang benar sangat menentukan hasil yang dirasakan. Dengan takaran tepat, suhu air yang sesuai, dan waktu konsumsi yang benar, chamomile dapat membantu tubuh lebih rileks, tidur lebih nyaman, dan pencernaan lebih stabil.
Kunci utama mendapatkan manfaat maksimal adalah memilih bahan berkualitas, menyeduh dengan benar, dan mengonsumsi secukupnya secara rutin.