Belimbing Wuluh

Kesan pertama begitu menggigit buah ini adalah rasa asamnya. Meski lebih sering dimanfaatkan sebagai bumbu masak, belimbing wuluh memiliki, khasiat sebagai pereda beragam keluhan kesehatan.

Rasanya yang asam justru membuat belimbing wuluh memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai buah spesifik sekaligus herbal. Selama ini rasa asam belimbing wuluh sering dimanfaatkan sebagai penyedap masakan sayur asam, pindang ikan, dll. Sering juga dibuat manisan.

Sebetulnya sudah sejak dulu masyarakat sering memanfaatkannya sebagai obat, antara lain untuk penawar sariawan dan darah tinggi. Muslih, guru SMP yang tinggal di Depok misalnya, kerap memanfaatkan belimbing wuluh untuk menurunkan tensi darahnya yang cenderung tinggi.

“Ramuan ini aku dapat dari orangtua. Cuci bersih 3 buah belimbing wuluh segar ukuran sedang, kemudian potong-potong secukupnya. Rebus potongan belimbing dengan dua gelas air bersih sampai mendidih. Setelah dingin saring dan minum. Agar tidak terlalu asam boleh ditambahkan gula,” katanya.

Untuk Sariawan

Meski belum ada penelitian secara ilmiah, khasiat belimbing wuluh atau biasa disebut belimbing sayur untuk penurun tekanan damn sudah lama dikenal masyarakat. Namun, ada juga pendapat bahwa penderita hipertensi sebaiknya menghindari konsumsi belimbing karena kandungan oksalatnya tinggi.

Untuk menurunkan tekanan darah tinggi dianjurkan minum segelas ramuan belimbing wuluh sehari. Setelah itu lakukan pengukuran tekanan loran guna mengetahui ada tidaknya perubahan.

Belimbing wuluh juga dikenal efektif meredakan sariawan. Kandungan vitamin C yang lumayan tinggi (25,8 mg/ 100 gram) mampu membantu mengeringkan luka sariawan. Cukup dengan mengunyahnya langsung atau menempelkan potongan buah belimbing wuluh ke bagian yang terkena sariawan.

Efek farmakologis belimbing wuluh di antaranya diuretik (peluruh kencing), antiradang, astrigen, memperbanyak pengeluaran empedu, dan meredakan rasa sakit. Sifatnya yang dingin juga baik untuk mengurangi derita batuk. Selain buah, daun dan bunganya juga dapat dimanfaatkan, terutama untuk meredakan gangguan batuk dan nyeri atau pegal linu sebagai obat luar.

Di beberapa daerah tanaman ini dikenal dengan nama limeng, selemeng, baliembieng, blingbing buloh, limbi, tukurela, dan malibi. Tinggi pohonnya bisa mencapai 10 meter. Pemeliharaannya cukup mudah, yang penting ditanam di tempat terbuka, kelembaban tanah dijaga, dan cukup air.

Tanaman ini memiliki berbagai kandungan kimia, antara lain saponin, tanin, glukosid, kalsium oksalat, sulfur, asam format, peroksida, dan kalium sitrat. Tak ada salahnya Anda menanamnya di halaman rumah atau di pot. Apalagi pemeliharaannya relatif mudah.

Meramu Belimbing Wuluh

Banyak ahli sepakat bahwa tanaman bernama Latin Averrhoa bilimbi L. ini asli Indonesia dan Malaysia. Selagi muda buahnya berwarna hijau muda dan berubah kuning sampai kemerahan setelah tua. Buahnya berbentuk bulat lonjong seperti torpedo dan rasanya sangat asam.

Berikut contoh ramuan menggunakan belimbing wuluh:

1. Penurun tekanan darah:

  • Cuci bersih 3 buah belimbing wuluh segar ukuran sedang (sebesar ibu jari), lalu potong-potong.
  • Rebus potongan belimbing dengan dua gelas air bersih sampai mendidih.
  • Setelah dingin saring dan minum.
  • Agar tidak terlalu asam boleh ditambah madu atau gula.

Cara lainnya: Belimbing wuluh segar dijus, dan dapat dicampur dengan buah lain seperti nanas atau melon.

2. Sariawan:

  • Kunyah langsung beberapa buah belimbing wuluh, tetapi hati-hati jika anda memiliki masalah di lambung.
  • Sebaiknya konsumsi tidak lebih dari tiga biji.
  • Dapat juga minum jus belimbing dicampur jeruk.

3. Batuk:

Cara 1

  • Cuci bersih 10 buah belimbing wuluh ukuran sedang.
  • Tumbuk dan campur dengan dua sendok air garam.
  • Saring dan minum airnya.

Cara 2

  • Cuci bersih 25 kuntum bunga belimbing wuluh, satu jari rimpang temu giring, satu jari kayu manis, satu jari kencur, dua siung bawang merah, 1/4 genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun inggu, dan 1/4 genggam daun sendok.
  • Rebus dengan lima gelas air sampai tersisa separuhnya.
  • Saring airnya dan minum dengan madu.

Cara 3

  • Rebus segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula secukupnya ditambah satu cangkir air.
  • Diamkan selama beberapa jam.
  • Setelah dingin disaring dengan kain dan dibagi untuk dua kali minum, pagi dan malam saat perut masih kosong.

4. Jerawat

  • Buah belimbing wuluh dicuci bersih, ditumbuk atau diremas.
  • Bubuhkan pada kulit muka yang berjerawat
  • Diamkan beberapa saat sebelum dibersihkan.

5. Obat jamur kulit (panu)

  • Sepuluh buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus.
  • Tambahkan sedikit kapur sirih, diremas sampai tercampur rata.
  • Ramuan digunakan untuk menggosok kulit berpanu, lakukan dua kali sehari.

6. Obat nyeri / pegal linu

  • Cuci dan giling hingga halus 1 ons daun belimbing wuluh, 10 biji cengkih, dan 15 biji lada.
  • Tambahkan cuka secukupnya sampai adonan seperti bubur.
  • Oleskan pada bagian yang sakit.

#dari berbagai sumber

Share
Loading Facebook Comments ...